Senin, 15 April 2013

NEWS <> Pemandangan Mengerikan Saat Bom Boston, Banyak Orang Kehilangan Kaki

Lebih dari 100 orang mengalami luka-luka akibat ledakan bom saat event Boston Marathon, Massachusetts, Amerika Serikat (AS). Banyak dari korban luka yang kehilangan kakinya akibat ledakan tersebut.

"Para pelari baru mencapai finish dan mereka kini tidak punya kaki," ucap salah satu peserta marathon, Roupen Bastajian (35) seperti dilansir The New York Times, Selasa (16/4/2013).

Bastajian mengakui, dirinya melihat banyak orang yang kehilangan kaki di sekitar lokasi ledakan. "Ada banyak orang tanpa kaki. Darah di mana-mana," imbuhnya.

"Kami menggunakan turniket (semacam pembalut luka untuk menghentikan pendarahan). Saya mengikat sedikitnya lima, enam potongan kaki dengan turniket," terang pria yang juga mantan Marinir AS ini.

Keterangan serupa juga disampaikan Deirdre Hatfield yang berdiri hanya beberapa langkah dari garis finish ketika ledakan terjadi. Wanita berusia 27 tahun ini mengaku, melihat beberapa tubuh manusia terlempar hingga ke jalanan.

Dia juga melihat sejumlah anak-anak yang tergeletak tak berdaya. Menurutnya, sebagian besar korban luka dalam insiden tersebut kehilangan kaki.

Sedangkan Bruce Mendelsohn (44) mengaku tengah berada di dalam kantornya yang tepat berada di atas garis finish ketika ledakan terjadi. Mendelsohn yang merupakan veteran tentara AS ini langsung berlari keluar gedung dan disambut ceceran darah di mana-mana.

"Ada ceceran darah di jalanan maupun di trotoar," ucapnya. Ditambahkannya, banyak orang yang mengalami luka-luka di bagian perut ke bawah.

Dua ledakan terjadi di dekat garis akhir (finish) event maraton Boston Marathon, yang berjarak 50-100 meter dari para pelari. Dilaporkan 3 orang tewas, termasuk seorang anak berusia 8 tahun, dan lebih dari 100 orang lainnya luka-luka akibat ledakan ini.

Ledakan ketiga dilaporkan terjadi beberapa saat kemudian di perpustakaan John F Kennedy yang letaknya 5 km dari garis akhir Boston Marathon. Tidak ada korban luka akibat ledakan di perpustakaan John F Kennedy tersebut.

Dalang di balik ledakan ini belum diketahui. Aparat setempat masih melakukan penyelidikan secara cepat. Gedung Putih telah mengeluarkan pernyataan dengan menyebut ledakan ini sebagai aksi teror.

MOTIVASI <> Kisah Petani Jagung

Ayah adalah tipe pebisnis yang membuatku tak habis pikir. Jika kebanyakan orang berbisnis, tak ingin membagi resep rahasia, ataupun ilmu utamanya, Ayah justru sebaliknya. Ayah tak pernah pelit untuk berbagi ilmu, dari sekian pegawai yang dimilikinya, semuanya diajarinya untuk membuat sepatu. Tak ada satupun ilmu yang ia sembunyikan. Tak hanya itu, didorongnya mereka untuk lepas dan mandiri dari ayah.

Aku dan Mas Agus waktu itu sampai terheran-heran. Mendidik pegawainya untuk mandiri bukankah justru akan melahirkan pesaing baru bagi usaha Ayah?

Ayah menjelaskan konsepnya dengan satu kisah sederhana. Kisah yang masih aku ingat sampai sekarang.
“Bapak pernah cerita ke kalian tentang kisah seorang petani jagung yang berhasil?”
Aku dan Mas Agus hanya menggeleng.

“Alkisah ada seorang petani jagung yang sangat sukses.”, Ayah berhenti mengambil nafas sejenak.
Aku dan Mas Agus pasang telinga, antusias mendengarkan.

Dengan nada layaknya seorang pendongeng ia melanjutkan, “Di negerinya, setiap tahun diadakan kontes jagung, untuk mencari petani mana yang menghasilkan jagung terbaik. Petani sukses tadi, dia sering memenangkan kontes jagung tersebut. Tak hanya sekali, namun berkali-kali dan boleh dikata, setiap kontes jagung diadakan petani inilah pemenangnya. Kalian tahu rahasianya?” Tanya Ayah ke arah kami.

“Pupuk rahasia?”, Mas Agus coba mejawab.
 “Bukan, bukan itu rahasianya. Suatu waktu seorang wartawan bertanya pada petani sukses ini, apa formula rahasianya dia bisa memenangkan kontes jagung tersebut sampai berkali-kali. Si petani menjawab, 'tak ada formula rahasia, aku hanya membagikan benih-benih jagung terbaikku kepada petani tetangga-tetanggaku”

“Lho, benih  jagung terbaiknya kok malah diberikan ke tetangga? Tapi kok dia yang menang? Aneh!”, tanyaku.

“Itu dia kuncinya”, Ayah tersenyum. “Alin di sekolah sudah belajar IPA kan? Tentang tanaman yang punya serbuk sari dan putik?”

“Sudah” jawabku sambil mengangguk.
“Kita tahu bahwa angin menerbangkan serbuk sari dari bunga-bunga yang masak, lalu menebarkannya dari satu ladang ke ladang yang lain.”, tangan ayah bergerak-gerak bak seorang pendongeng.

“Coba bayangkan Jika tanaman jagung tetangga buruk, maka serbuk sari yang ditebarkan ke ladang petani sukses ini pun juga buruk. Ini tentu menurunkan kualitas jagungnya.”
Kakakku manggut-manggut mulai paham.

Ayah melanjutkan “Sebaliknya jika tanaman jagung tetangga baik, maka serbuk sari yang dibawa angin dari ladang jagung mereka akan baik pula, disinilah bila kita ingin mendapatkan hasil jagung yang baik, kita harus menolong tetangga kita untuk mendapatkan jagung yang baik pula.

“Begitu pula dengan hidup kita Nak. Jika kita ingin meraih keberhasilan, maka kita harus menolong orang sekitar menjadi berhasil pula. Mereka yang ingin hidup dengan baik harus menolong orang disekitarnya untuk hidup dengan baik pula. “, Ayah menutup ceritanya dengan bijak. 

Sumber : Sepatu Terakhir, Novel Inspiratif
http://www.kisahinspirasi.com/2013/01/kisah-petani-jagung.html

Senin, 01 April 2013

NEWS <> 4 Kisah Heroik dari Kolong Jembatan

Kolong jembatan adalah ruang sisa ekses dari pembangunan jembatan. Namun siapa sangka, dari sudut-sudut ruang sisa itu, terkadang malah dimanfaatkan oleh orang lain. Pemanfaatan yang tak pada tempatnya karena keterpaksaan. Namun ada beberapa kisah heroik yang timbul dari ruang sisa itu.

Sekolah Gratis Ibu Kembar
Adalah Sri Rossyati dan Sri Irianingsih, yang sering disapa Rosy dan Rian atau akrab dengan julukan Ibu Kembar, mendirikan sekolah di bawah kolong-kolong jembatan bagi anak-anak tak mampu. Sekolah Darurat Kartini namanya, tak memiliki tempat tetap dan terus berpindah dari satu kolong jembatan ke kolong jembatan lainnya.

Saat didirikan pada tahun 1990, Sekolah Darurat Kartini berlokasi di kolong jembatan Pluit. Karena penggusuran lalu pindah ke kolong jembatan Ancol, kemudian kolong jembatan Penjaringan, Kali Jodo, dan sekarang di pinggiran rel kereta Bandengan, yang ke semuanya berlokasi di Jakarta Utara.

Sekolah Darurat Kartini adalah sekolah yang tidak pernah memungut biaya sepeser pun kepada 621 muridnya sejak 1990. Sekolah ini sudah berdiri selama 22 tahun dan tercatat 6 kali berpindah tempat karena tergusur.

Karena menyalahi UU Nomor 23/2007 tentang Perkeretaapian, yakni bangunan dengan radius 6 meter dari bantaran rel akan ditertibkan jika tidak mempunyai izin, maka Sekolah Darurat Kartini direlokasi. Surat pemindahan lokasi tersebut diterima sejak 2 Juli dengan masa tenggat tanggal 9 September 2012 lalu.

Akhirnya, Sekolah Darurat Kartini mendapatkan donatur untuk membangun gedung sekolah dari Polda Metro Jaya dan PT Sriwijaya Air di Kawasan Pergudangan Jakarta, Kampung Bandan, Ancol. Pembangunan gedung baru diprakarsai oleh Polda Metro Jaya yang didanai oleh PT Sriwijaya Air sekitar Rp 500 juta. Direktur Utama PT Sriwijaya Air, Chandra Lie, mengaku menghormati pengabdian ibu guru kembar itu.

 


Anjing Selamatkan BayiSeekor anjing menyelamatkan seorang bayi di bawah jembatan di Winkongo, dekat Bolgatanga, ibukota Ghana. Sebenarnya, upaya pencarian dilakukan untuk mencari anjing itu, bukan sang bayi.

Saat itu, anjing itu dicemaskan pemiliknya karena tak kunjung pulang saat beranjak malam. Pencarian pun digelar malam itu juga melalui sawah dan hutan. Para pencari mendapati anjing itu di bawah jembatan, melingkarkan diri ke bayi yang baru lahir bertali pusat yang tampaknya dibuang orang tuanya.

 

Sekolah Gratis di India
Seperti halnya ibu kembar Rossy dan Rian dengan Sekolah Darurat Kartini-nya, di bawah kolong jembatan di Jakarta Utara, pria dari India ini, Rajesh Kumar Sharma (41) juga memiliki sekolah gratis di bawah jembatan di New Delhi India. Demikian seperti dilansir Huffington Post, 12 April 2012.

Sharma, merupakan penjaga toko, yang setiap harinya meluangkan waktu 2 jam untuk mengajar anak-anak di bawah kolong jembatan. Ada sekitar 30 anak-anak yang diajarnya di kelas bawah kolong jembatan itu, beralaskan tanah dan papan tulis yang ditempelkan di tembok fly over.

Dia melakukan ini karena dirinya sendiri pernah putus kuliah saat menginjak tahun ketiga karena kesulitan biaya. Sharma tak ingin pengalaman itu terulang pada anak-anak di bawah kolong jembatan ini. Karena itu dia membuka sekolah gratis yang diajarnya sesuai kurikulum di India.

Sharma bahkan harus membujuk orang tua para anak-anak itu yang rata-rata adalah buruh dan petani yang menginginkan anak-anaknya bekerja untuk menambah pendapatan keluarga.

 

Mak Tun Penjaga 14 Anjing
Sri Susanti (55) atau yang biasa dipanggil Mak Tun, hidup sebatang kara. Namun dia hidup dengan 14 anjingnya di bawah kolong jembatan kawasan Pusponjolo, Semarang, Jawa Tengah.

Kisah Mak Tun dan anjing berawal dari tahun 2010. Kala itu, dia kesepian karena tak punya saudara kandung atau kerabat. Lalu dia merawat dua anjing sebagai teman. Satu diberi nama Edo (jantan) dan Belang (betina). Semakin lama, anjingnya beranak pinak hingga total berjumlah 20 anjing. Tapi, tak semua bisa bertahan hidup. Hanya tersisa 14 anjing.

Sejak warungnya dirobohkan pada 2010 lalu, Mak Tun jadi tak memiliki penghasilan. Uang yang diperoleh dari memulung tak bisa untuk biaya makan anjing-anjingnya. Karena itu, dia perlu bantuan segera.

Per akhir Maret 2013, berkat bantuan donatur dan organisasi hewan penyayang binatang,  Mak Tun dan belasan anjingnya meninggalkan tempat tinggal lamanya di bawah jembatan dekat sungai Banjir Kanal Barat Semarang. Saat ini Mak Tun tinggal yang lebih layak yaitu di sebuah bangunan yang dulunya digunakan untuk toko anjing.

 

 

UNIK <> 6 Bentuk Rumah & Kantor dari Kontainer

1. Rumah Multikontainer

Rumah ini terletak di Pantai Redondo, California. Rumah ini didesain dari 8 kontainer berbagai ukuran yang didesain oleh biro arsitek DeMaria Design and Logical Homes pada 2006. Satu kontainer bahkan berfungsi sebagai kolam renang.
Rumah ini diklaim kuat, bebas rayap, tahan api dan 70 persen konstruksinya mengurangi limbah. Tak heran rumah ini mencuri perhatian pers dan mendapatkan penghargaan arsitektural.
Selain membuat proyek rumah mewah ini, biro arsitek ini juga mengembangkan rumah kontainer yang lebih terjangkau untuk perumahan keluarga.















 



2. The Ecopod
The Ecopod, julukan rumah mungil 1 kontainer ini di, dibangun sangat ramah lingkungan dan bisa dipindah-pindahkan di Toronto, Kanada. Pintu-pintu kontainer tetap dipertahankan, sementara dalamnya ada pintu kaca.
Ada panel surya untuk memenuhi tenaga rumah itu yang bila dibuka bisa menjadi teras. Sistem insulasi kontainer ini berbasis kedelai dan lantainya terbuat dari karet daur ulang.
Rumah ini sebenarnya tidak digunakan untuk kediaman tetap, tapi hanya digunakan untuk rumah rekreasi yang digunakan pada akhir pekan saja.






















  

3. Modular Dwelling Unit
Ini juga rumah kontainer tunggal, yang dijuluki Modular Dwelling Unit (MDU) yang dibuat oleh rumah desain arsitektur LOT-EK di New York, Amerika Serikat. Kendati menggunakan hanya 1 kontainer, namun rumah ini menghindari kesan panjang dan sempit.
Rumah kontainer tunggal ini, diperpanjang dari 12 meter panjang dan 2 meter lebar intinya. LOT-EK melebarkan kontainer dengan memotong beberapa sisi samping kontainer hingga bisa didorong keluar dengan fleksibel membentuk kamar, ruang kerja atau ruang lainnya. Dari luar, sisi yang didorong ini ada bahan fleksibel seperti akordeon yang bisa ditarik-ulur.
Bila ingin bepergian, bagian-bagian yang menyembul ini bisa didorong kembali ke dalam dan siap ditarik bila dipasangkan dengan kepala truk. Bagian interior, perlengkapan dan perabot rumah ini dibuat dari kayu lapis dan plastik yang dibalut kayu lapis.
Awalnya MDU ini diperuntukkan bagi mereka yang secara konstan melakukan perjalanan keliling dunia untuk jangka panjang. Namun rumah ini juga bisa dikonfigurasi untuk tempat tinggal permanen.



  














4. Rumah Pekerja Konstruksi LiNX
4 Kontainer yang disusun bertingkat ini didesain oleh desainer industri yang berasal dari Dublin, Richard Barnwall. Rumah kontainer yang dijuluki LiNX ini aslinya diperuntukkan bagi pekerja konstruksi.
Namun melihat interiornya yang mudah diadaptasi dan dimodifikasi, rumah ini dengan mudah bisa digunakan sebagai rumah temporer bahkan permanen.
 











 5. Asrama Mahasiswa 1.000 Kontainer
1.000 Kontainer ini ditumpuk-tumpuk untuk proyek asrama mahasiswa di Keetwonen, Amsterdam, Belanda. 1 Kontainer untuk 1 kamar asrama, membuatnya menjadi kota kontainer terbesar di dunia.
Asrama ini diluncurkan oleh pengembang Tempo Housing pada tahun 2006. Asrama ini dilengkapi atap yang menampung dan mengolah air hujan, juga teknologi yang bisa mengatur panas. Asrama ini juga dipenuhi segala fasilitas yang diperlukan mahasiswa.
Proyek ini berhasil mencuri banyak perhatian dari internasional dan penghargaan di bidang arsitektur. Seharusnya, proyek ini direlokasi 5 tahun setelah dibangun, namun karena kesuksesannya, ditunda relokasinya hingga 2016.
 

6. Kota Kontainer
Komplek perkantoran dari kontainer ini dikembangkan pengembang Urban Space Management di London Docklands pada 2001. Permintaan akan kantor buatan rumahan yang terdiri dari 80 persen bahan daur ulang ini membuat pengembang mendirikan 1 kompleks kota kontainer lagi di sebelahnya pada tahun 2002.
Arsitek Nicholas Lacey dan mitranya Buro Happold tidak menggunakan 1 kontainer menjadi 1 ruangan unit kantor, tetapi memotong-motong bagiannya, kemudian menempelkan komponen lain untuk menciptakan ruang kerja atau hunian yang kreatif.

 
 

UNIK <> Kontainer Bekas Disulap Jadi Rumah

 
Apa yang ada dalam benak anda ketika melihat sebuah kontainer atau peti kemas? Biasanya kontainer dipakai untuk mengangkut barang-barang dan disandingkan dengan sebuah truk. Sebuah peti kemas atau kontainer memiliki massa batas waktu, umur sebuah kontainer dipastikan tidak bisa bertahan sampai 10 tahun.

Jika sudah tak layak pakai, kontainer akan digudangkan dan hanya menjadi kaleng raksasa bekas. Tapi siapa sangka, di bilangan Jakarta Utara, ada sebuah perusahaan yang mengubah kontainer menjadi tempat istimewa, mulai dari kantor hingga barak peristirahatan pekerja.

Bertempat di Jalan Marunda Raya, Jakarta Utara, di atas tanah seluas sekitar 500 meter persegi ini kontainer-kontainer yang terlihat usang didaur ulang, dan hasilnya pun luar biasa. Di tempat ini, kaleng raksasa itu diubah menjadi sesuatu yang multifungsi.

Memasuki halaman kerja perusahaan tersebut terlihat, beberapa pekerja sedang melakukan proses pengecetan terhadap kontainer yang warna nya sudah pudar.

Rencananya, kontainer dengan ukuran 6 x 2 meter itu akan diubah menjadi sebuah barak dan akan dikirim ke Sulawesi. Sang pekerja berkata, kalau kontainer ini akan dijadikan barak bagi para pekerja tambang di daerah Sulawesi. Kontainer yang sedang diwarnai ini akan menampung sekitar 10 pekerja tambang untuk melepas lelah.

Lalu, apakah kontainer ini nyaman dijadikan tempat peristirahatan? Adlul Mahbudi, yang juga pemilik PT Mandiri Jaya Insani mengatakan, kotak usang ini bisa dibuat nyaman untuk tempat peristirahatan. PT Mandiri Jaya Insani merupakan nama perusahaan yang bergerak di bidang modifikasi kontainer sejak 2007 silam.

"Kalau masih bentuknya seperti ini, jangankan manusia, binatang juga tidak betah," ujar pria yang akrab disapa Dudi ini saat di lokasi workshop, Jalan Marunda Raya, Cilincing, Jakarta, Kamis (28/3/2013).

Dudi lantas menampilkan kontainer yang sudah dimodifikasi. Wah, ternyata tak ada bedanya dengan hotel bintang tiga. Sebuah tempat tidur dengan model tingkat ditata rapi di dalam kontainer. Lantai besi kontainer pun sudah dilapisi dengan tegel keramik sehingga nyaman di mata.

Tidak hanya itu, dari kejauhan sebuah kamar mandi dengan toilet duduk pun terpampang di sini. Takut diintip? tenang, toilet ini disekat dengan besi dan menggunakan pintu sebagaimana toilet di rumah-rumah pada umumnya.

Memasuki bagian dalam kontainer, hawa panas sangat menyengat kulit. Maklum saja, besi merupakan bahan yang menyerap panas. Meski demikian, Dudi menjamin hawa panas itu akan hilang jika proses modifikasinya sudah memasuki tahap sempurna.

"Ini belum sempurna, kita nanti akan kasih bahan-bahan yang bisa meredam panas sepeti rockwool. Rockwool itu sejenis busa, fungsinya untuk menangkal panas," terang Dudi.

Dudi menjelaskan, dari proses mentah menjadi sebuah kontainer yang layak untuk dipakai menjadi barak dibutuhkan waktu sekitar 7 sampai 10 hari. Dudi menjamin, proses pengerjaan akan dilakukan sebaik mungkin sehingga para pengguna jasa-nya tidak akan mengeluh.

Untuk soal harga, Dudi mengaku harga kontainernya sangat ekonomis. "Untuk soal harga saya pastikan lebih murah dari bangunan permanen, tidak sampai Rp 100 juta," tutup Dudi.

Rabu, 20 Maret 2013

Perdarahan

Pengertian Perdarahan
Sistem peredaran darah yang terdiri dari 3 komponen utama yaitu jantung, pembuluh darah dan darah. Dalam tubuh manusia darah relatif selalu berada dalam pembuluh darah kecuali pada saat masuk dalam jaringan untuk melakukan pertukaran bahan makanan dan oksigen dengan zat sisa pembakaran tubuh dan karbondioksida.

Jantung
Bagian sebelah kiri menerima darah yang kaya dengan oksigen setelah diproses dari paru – paru untuk selanjutnya diedarkan ke seluruh tubuh.
Bagian sebelah kanan menerima darah dari tubuh dan meneruskan ke paru – paru untuk kembali diperkaya dengan oksigen.

Arteri/Pembuluh Nadi
Adalah pembuluh darah yang mengangkut darah yang kaya dengan oksigen ke seluruh tubuh. Darah yang keluar berwarna merah segar dan memancar

Vena/Pembuluh Balik
Adalah pembuluh darah yang mengangkut darah dari seluruh tubuh kembali ke jantung. Darah yang keluar mengalir dan berwarna merah gelap

Kapiler/Pembuluh Rambut
Arteri akan terbagi – bagi menjadi pembuluh yang lebih kecil sehingga dapat mencapai hingga lebih dekat dengan kulit. Darah yang keluar sangat sedikit dan kadang hanya berupa titik-titik perdarahan

Denyut
Dapat dirasakan dengan mudah pada daerah dimana Arteri/Pembuluh Nadi berada dekat dengan kulit.
Lokasi pengecekan denyut yang paling mudah:
1. Radialis : Berada di pergelangan tangan
2. Carotis : Berada di leher
3. Femoralis : Berada di lipatan paha
4. Brachialis : Berada di Lengan atas
5. Dorsalis Pedis : Berada di Punggung kaki
6. Tibialis Posterior : Berada di Belakang mata kaki

Setiap kali jantung berdetak, anda dapat merasakan denyutnya pada sistem arteri.

Darah
Komposisi
Terdiri atas sel darah putih, sel darah merah, dan plasma darah.

Sumber Perdarahan
Perdarahan terjadi apabila darah keluar dari pembuluh darah oleh berbagai sebab seperti cedera atau penyakit.
Berdasarkan sumber perdarahan:
a. Perdarahan nadi
b. Perdarahan pembuluh balik
c. Perdarahan pembuluh rambut

Jenis Perdarahan
Perdarahan dibagi menjadi 2 jenis, yaitu:
1. Perdarahan luar (terbuka), bila kulit juga cedera sehingga darah bisa keluar dari tubuh dan terlihat
ada di luar tubuh.
2. Perdarahan dalam (tertutup), jika kulit tidak rusak sehingga darah tidak bisa mengalir langsung
keluar tubuh.

Perdarahan yang harus segera ditangani adalah perdarahan yang dapat mengancam nyawa.

Perdarahan luar
Untuk membantu memperkirakan berapa banyak darah yang telah keluar dari tubuh penderita, hal yang dipakai adalah keluhan korban dan tanda vital. Bila keluhan korban sudah mengarah ke gejala dan tanda syok seperti yang dibahas dalam topik ini maka penolong wajib mencurigai bahwa kehilangan darah terjadi dalam jumlah yang cukup banyak.

Perawatan untuk Perdarahan luar
a. Tekanan Langsung : Penekanan langsung pada bagian yang mengalami perdarahan dengan
atau tanpa pembalut.
b. Elevasi : Meninggikan daerah yang mengalami perdarahan / lebih tinggi dari jantung.
(dilakukan hanya untuk anggota gerak saja).
c. Titik Tekan : Pada titik nadi yang lebih dekat dari arah jantung.
d. Immobilisasi : Mengistirahatkan anggota tubuh yang mengalami perdarahan.
e. Kompres dingin : Untuk menghentikan perdarahan dan mengurangi rasa sakit.

Menggunakan Torniket (Sangat tidak dianjurkan)
Torniket hanya digunakan dalam keadaan gawat darurat dimana tidak ada cara lain utnuk menghentikan perdarahan. Torniket diaplikasikan sedekat mungkin dengan titik perdarahan.

Perdarahan dalam
Perdarahan dalam dapat berkisar dari skala kecil hingga yang mengancam jiwa penderita. Kehilangan darah tidak dapat diamati pada perdarahan dalam.

Gejala dan Tanda
Beberapa tanda perdarahan dalam dapat diidentifikasi. Beberapa adalah sbb.:
a. Batuk darah berwarna merah muda
b. Memuntahkan darah berwarna gelap (seperti ampas kopi)
c. Terdapat memar
d. Bagian Abdomen terasa lunak

Perawatan untuk Perdarahan dalam
Ingatlah untuk menggunakan standard universal, amankan lokasi kejadian dan hubungi tenaga terlatih.
a. Jaga jalan napas tetap terbuka dan berikan oksigen sesuai peraturan
b. Pertahankan panas tubuh penderita, tapi jangan sampai kepanasan
c. Atasi Syok
d. Pindahkan penderita secepatnya

Laporkan kemungkinan adanya perdarahan dalam kepada tenaga terlatih segera setelah mereka tiba di lokasi.

Bahaya lain pada perdarahan adalah kemungkinan terjadinya penularan penyakit. Banyak kuman penyakit bertahan hidup di dalam darah manusia, sehingga bila darah korban ini bisa masuk kedalam tubuh penolong maka ada kemungkinan penolong dapat tertular penyakit.

Perdarahan dalam harus dicurigai pada beberapa keadaan seperti :
1. Riwayat benturan benda tumpul yang kuat
2. Memar
3. Batuk darah
4. Muntah darah
5. Buang air besar atau air kecil berdarah
6. Luka tusuk
7. Patah tulang tertutup
8. Nyeri tekan, kaku atau kejang dinding perut

Perawatan Perdarahan

1. Perlindungan terhadap infeksi pada penanganan perdarahan :
a. Pakai APD agar tidak terkena darah atau cairan tubuh korban.
b. Jangan menyentuh mulut, hidung, mata, makanan sewaktu memberi perawatan
c. Cucilah tangan segera setelah selesai merawat
d. Dekontaminasi atau buang bahan yang sudah ternoda dengan darah atau cairan tubuh korban.

2. Pada perdarahan besar:
a. Jangan buang waktu mencari penutup luka
b. Tekan langsung dengan tangan (sebaiknya menggunakan sarung tangan) atau dengan bahan lain.
c. Bila tidak berhenti maka tinggikan bagian tersebut lebih tinggi dari jantung (hanya pada alat
gerak), bila masih belum berhenti maka lakukan penekanan pada titik-titik tekan.
d. Pertahankan dan tekan cukup kuat.
e. Pasang pembalutan penekan

3. Pada perdarahan ringan atau terkendali :
a. Gunakan tekanan langsung dengan penutup luka
b. Tekan sampai perdarahan terkendali
c. Pertahankan penutup luka dan balut
d. Sebaiknya jangan melepas penutup luka atau balutan pertama

4. Perdarahan dalam atau curiga ada perdarahan dalam
a. Baringkan dan istirahatkan penderita
b. Buka jalan napas dan pertahankan
c. Periksa berkala pernapasan dan denyut nadi
d. Perawatan syok bila terjadi syok atau diduga akan menjadi syok
e. Jangan beri makan dan minum
f. Rawatlah cedera berat lainnya bila ada
g. Rujuk ke fasilitas kesehatan

Penanganan perdarahan berarti mengendalikan perdarahan, bukan berarti menghentikan perdarahan

Syok
Syok terjadi bila sistem peredaran darah (sirkulasi) gagal mengirimkan darah yang mengandung oksigen dan bahan nutrisi ke alat tubuh yang penting (terutama otak, jantung dan paru-paru).

Penyebab
1. Kegagalan jantung memompa darah
2. Kehilangan darah dalam jumlah besar
3. Pelebaran ( dilatasi ) pembuluh darah yang luas, sehingga darah tidak dapat mengisinya dengan
baik
4. Kekurangan cairan tubuh yang banyak misalnya diare.

Gejala dan tanda syok
1. Nadi cepat dan lemah
2. Napas cepat dan dangkal
3. Kulit pucat,dingin dan lembab
4. Sering kebiruan pada bibir dan cuping telinga
5. Haus
6. Mual dan muntah
7. Lemah dan pusing
8. Merasa seperti mau kiamat, gelisah

Penanganan syok
1. Bawa penderita ke tempat teduh dan aman
2. Tidurkan telentang, tungkai ditinggikan 20 – 30 cm bila tidak ada kecurigaan patah tulang belakang
atau patah tungkai. Bila menggunakan papan spinal atau tandu maka angkat bagian kaki.
3. Pakaian penderita dilonggarkan
4. Cegah kehilangan panas tubuh dengan beri selimut penutup
5. Tenangkan penderita
6. Pastikan jalan napas dan pernapasan baik.
7. Kontrol perdarahan dan rawat cedera lainnya bila ada
8. Jangan beri makan dan minum.
9. Periksa berkala tanda vital secara berkala
10.Rujuk ke fasilitas kesehatan

Pengendalian Perdarahan

Yang dimaksud dengan pendarahan adalah peristiwa keluarnya darah dari pembuluh darah karena pembuluh tersebut mengalami kerusakan. Kerusakan ini bisa disebabkan oleh benturan fisik, sayatan, atau pecahnya pembuluh darah yang tersumbat.

Berdasarkan letak keluarnya darah, pendarahan dibagi menjadi 2 macam, yaitu pendarahan terbuka dan pendarahan tertutup. Pada pendarahan terbuka, darah keluar dari dalam tubuh. Tekanan dan warna darah pada saat keluar tergantung dari jenis pembuluh darah yang rusak. Jika yang rusak adalah pembuluh arteri (pembuluh nadi), maka darah memancar dan berwarna merah terang. Jika yang rusak adalah pembuluh vena (pembuluh balik), maka darah mengalir dan berwarna merah tua. Jika yang rusak adalah pembuluh kapiler (pembuluh rambut), maka darah merembes seperti titik embun dan berwarna merah terang.

Pada pendarahan tertutup, darah keluar dari pembuluh darah dan mengisi daerah di sekitarnya, terutama dalam jaringan otot. Pendarahan ini dapat diidentifikasi dengan adanya memar pada korban.

Bentuk lain dari pendarahan tertutup adalah pendarahan dalam. Pada pendarahan dalam, darah yang keluar dari pembuluh darah mengisi rongga dalam tubuh, seperti rongga dalam perut. Pendarahan ini dapat diidentifikasi dari tanda-tanda pada korban, seperti:
-          setelah cidera korban mengalami syok, tapi tidak ada tanda-tanda pendarahan
-          tempat cidera mungkin terlihat memar yang terpola
-          lubang tubuh mungkin mengeluarkan darah

Pengendalian pendarahan bisa bermacam-macam, tergantung pada jenis dan tingkat pendarahannya. Untuk pendarahan terbuka, pertolongan yang bisa diberikan antara lain:
-          tekan langsung pada cidera
Penekanan ini dilakukan dengan kuat pada pinggir luka. Setelah beberapa saat, sistem peredaran darah akan menutup luka tersebut. Teknik ini dilakukan untuk luka kecil yang tidak terlalu parah (luka sayatan yang tidak terlalu dalam).
-          elevasi
Teknik dilakukan dengan mengangkat bagian yang luka (tentunya setelah dibalut) sehingga lebih tingggi dari jantung. Apabila darah masih merembes, diatas balutan yang pertama bisa diberi balutan lagi tanpa membuka balutan yang pertama.
-          tekan pada titik nadi
Penekanan titik nadi ini bertujuan untuk mengurangi aliran darah menuju bagian yang luka. Pada tubuh manusia terdapat 9 titik nadi, yaitu temporal artery (di kening), facial artery (di belakang rahang), common carotid artery (di pangkal leher, dekat tulang selangka), brachial artery (di lipatan siku), radial artery (di pergelangan tangan), femoral artery (di lipatan paha), popliteal artery (di lipatan lutut), posterior artery (di belakang mata kaki), dan dorsalis pedis artery (di punggung kaki).
-          Immobilisasi
Immobilisasi bertujuan untuk meminimalkan gerakan anggota tubuh yang luka. Dengan sedikitnya gerakan diharapkan aliran darah ke bagian yang luka tersebut menurun.
-          tourniquet
Teknik ini hanya dilakukan untuk menghentikan pendarahan di tangan atau kaki saja, merupakan pilihan terakhir, dan hanya diterapkan jika ada kemungkinan amputasi. Bagian lengan atau paha atas diikat dengan sangat kuat sehingga darah tidak bisa mengalir. Dahi korban yang mendapat tourniquet harus diberi tanda silang sebagai penanda dan korban harus segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapat penanganan lebih lanjut. Jika korban tidak segera mendapat penanganan, bagian yang luka bisa membusuk.

Berbeda dengan pendarahan terbuka, pertolongan yang bisa diberikan pada korban yang mengalami pendarahan dalam adalah sebagai berikut:
-          rest
Korban diistirahatkan dan dibuat senyaman mungkin.
-          ice
Bagian yang luka dikompres es hingga darahnya membeku. Darah yang membeku ini lambat laun akan terdegradasi secara alami melalui sirkulasi dan metabolisme tubuh.
-          commpression
Bagian yang luka dibalut dengan kuat untuk membantu mempercepat proses penutupan lubang/bagian yang rusak pada pembuluh darah.
-          elevation
Kaki dan tangan korban ditinggikan sehingga lebih tinggi dari jantung.